Sebelum kita melangkah lebih jauh lagi di dalam memahami tentang seni, perlu disimak ucapan Hegel, “Arsitektur adalah art (seni) yang paling rendah karena arsitektur banyak menggunakan bahan, sedang yang paling tinggi adalah poetry karena poetry immaterial”. Bahkan Schopenhauer mengatakan pula bahwa arsitektur adalah seni yang paling rendah, setingkat dengan seni mencangkul kebun, karena sangat dekat dengan hajat manusia. Seni lukis dan seni rupa datang berikutnya, kemudian lebih tinggi dari itu adalah seni sastra (puisi), dan menyusul seni drama, tragedia dan komedia. Sekarang marilah kita tengok batasan seni untuk seni dan seni untuk arsitektur, ada beberapa pengertian di antaranya adalah:
- Seni dalam arti yang paling dasar berarti suatu kemahiran atau kemampuan. Batasan ini memang benar untuk kata asalnya ars (Latin) maupun kata persamaannya kunst (Jerman) diturunkan dari konnen, “bisa”.
- Sesuatu kegiatan yang dirancang untuk mengubah bahan alamiah menjadi benda-benda yang berguna atau indah atau pun kedua-duanya adalah seni. Hasil dari intervensi tangan dan ruh manusia yang teratur ini adalah sebuah karya seni.
- Dalam arti yang seluas-luasnya, seni meliputi setiap benda yang dibuat oleh manusia untuk dilawankan dengan benda-benda dari alam.
Demikianlah sebagian perumusan dari seni untuk seni, yang mencakup segala kegiatan manusia dalam menghasilkan sebuah karya. Meskipun arsitektur waktu itu masih dianggap sebagai seni, seorang arsitek dan teoris dati Jerman Herman Sorgel mengatakan, bahwa arsitektur beda dengan seni yang lain, kemudian mencoba memberikan rumusan dan batasan sebagai berikut:
1. Seni lukis adalah, seni bidang, berarti menggunakan dua dimensional.
2. Seni patung (sculpture) adalah, seni ruang, tetapi hanya menggunakan tiga dimensi dan menekankan ruang (concaf).
3. Arsitektur adalah, seni ruang tiga dimensi, tetapi menggunakan space dan meneknkan ruang (concaf).
Dengan demikian kita dapat menjelajah seni sampai pada batas kemampuan bagaimana seni menjelajahi arsitektur atau arsitektur yang menguasai seni. Sebenarnya tidaklah sulit untuk mengemukakan seni dan keindahan di dalam arsitektur bila kita dapat bersandar pada para arsitek. Kata-kata keindahan dan seni memang mendorong kita untuk berpikir dan menimbulkan kesenangan bagi orang yang menikmatinya, tetapi tidak memberikan pengertian yang kekal. Pada hakekatnya pengertian keindahan dan seni di dalam arsitektur haruslah dapat mengemukakan sumber-sumber dari mana keindahan datang, anasir-anasir apa yang membentuk keindahan dan seni. Karena karya arsitektur meupakan objek dari pengalaman manusia, bahkan setiap hasil karya arsitektur mempunyai nilai kehidupan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar