Rabu, 16 Februari 2011

10 CANDI MENABJUBKAN DIDUNIA

1. Wat Rong Khun
Candi ini terletak di Thailand dan sepenuhnya berwarna putih. Hal ini dihiasi dengan mosaik cermin yang membuat candi bersinar. Candi yang indah ini masih dalam rekrontuksi pembangunan dan dikatakan bahwa dalam 90 tahun lagi akan masuk dalam Daftar 7 Keajaiban Dunia.

2. Shwedagon Pagoda
Candi ini terletak di Mynamar dan juga dikenal sebagai Kuil Emas. Strukturnya semua terbuat dari emas dan Budha menggunakan tabungan mereka untuk membeli daun emas yang kemudian mereka pasangkan pada dinding candi. Kubah ini memiliki 2.000 rubi dan 5.000 berlian.

3. Tiger’s Nest Monastery
Candi ini terletak di Bhutan, di tepi tebing. Dikatakan bahwa Guru Rinpoche mendarat di tebing ketika ia mengendarai harimau betina setelah itu ia pergi untuk bermeditasi selama bertahun-tahun dalam gua. Gua ini dapat ditemukan di biara.


4. Prambanan
Candi Hindu ini berada di Indonesia. Hal ini memegang 8 kuil besar dan lebih dari 200 yang kecil lainnya. Dinding tertutup dengan tulisan-tulisan tentang Wisnu dan Hanuman. Cerita-cerita ini juga bicara tentang Ramayana serta legenda lainnya.


5. Temple of Heaven
Candi ini terletak Tao di Beijing. Setiap bagian dari candi ini adalah melingkar dalam bentuk yang katanya untuk mewakili Surga. Namun, tanah-kuadrat dan mewakili Bumi.

6. Borobudur
Candi ini ditemukan di Indonesia oleh penjajah Belanda. Hal ini sepenuhnya dibuat dari batu dan memiliki lebih dari 2.000 panel relief bersama dengan 504 patung Buddha.

Tidak ada yang tahu kapan candi ini dibangun dan alasan di balik pembangunannya. Sejumlah ulama mengatakan bahwa candi adalah buku teks agama Buddha dan bahwa ritual harus melalui beberapa platform dan berjalan selama 2 mil untuk membacanya.
7. Chion-in Temple
Candi ini dikatakan kuil Jepang yang paling terkenal. Mereka yang mengunjungi candi ini yang pertama diminta untuk melewati Gerbang San-Sen besar. Lonceng kuil berat mempunyai berat lebih dari 70 ton.

Halaman Aula candi memiliki ‘bulbul’ lantai yang secara resmi disebut sebagai-uguisu Bari. Jika penyusup yang masuk, papan-papan kayu berderit dan para biarawan yang disiagakan.
8. Golden Temple
Kuil Emas juga dikenal sebagai Sahib Harmandir dan merupakan tempat suci bagi para pengikut Sikhisme. Singkatan dari kemerdekaan rohani dan kebebasan yang tak terbatas.

Pembangunan kuil dimulai pada tahun 1500-an dan sebuah danau kecil diperpanjang yang kemudian dikenal sebagai kolam dari Nectar of Immortality. Candi itu disepuh emas dan menghiasi sejumlah batu mulia.
9. Angkor Wat
Angkor Wat di Kamboja ditemukan dan pada awalnya sebuah kuil Hindu. Seiring waktu, itu menjadi tempat suci bagi umat Buddha. Candi ini sangat populer di kalangan wisatawan.

10. Candi Wisnu Srirangam
Candi ini merupakan candi Hindu terbesar di dunia. Memiliki 7 dinding konsentris dan meliputi 150 hektar. Dinding terluar 4 kilometer panjangnya. Dinding bagian dalam paling tidak dapat dikunjungi oleh non-Hindu.

Kamis, 03 Februari 2011

Candi Di Bawah Laut, Unik Megah Menakjubkan

Foto Candi di bawah laut bali
Candi di bawah laut merupakan topik berita yang sangat santer di beritakan di twitter, mereka mempertanyakan keaslian foto candi di bawah permukaan laut tersebut, dan menurut detik foto yang memperlihat kan adanya banguan menyuerupai candi di bawah permukaan laut tersebut adalah asli dan hasil jepretan dari fotografer inggris yang bernama Paul M Turley.

Sebelum menyebar di twitter foto candi di bawah laut tersebut di pajang di situs www.divephotoguide.com. Dan dari keterangan yang ada pada foto fenomena alam tersebut lokasi candi di bawah laut itu adalah di Pemuteran, Bali, pada tahun 2009 lalu.
Ada 2 foto yang di pajang disitu dan kedua foto tersebut menunjukan adanya peradapan menyerupai bangunan candi kuno di bawah laut, Foto pertama menunjukkan dua penyelam sedang berada di depan candi yang kini menjadi perbincangan sejumlah tweeps itu. Salah satu penyelam tengah berenang di antara sesuatu yang mirip gapura candi yang menjulang tinggi.
Berikut ini kedua Foto candi bawah laut yang katanya di ambil di pemuteran Bali tersebut
 
Video Youtube Candi Bawah di Laut BaliFoto candi di dalam laut ini tidak hanya Paul yang mengambil foto-foto menakjubkan itu. Ada juga foto karya fotografer bernama Keri Wilk asal Kanada yang juga berhasil mengabadikan foto candi tersebut.
Foto Keri yang juga mejeng di www.divephotoguide.com menampilkan tampak depan candi. Di depan gapura tinggi, tampak dua patung yang sudah ditumbuhi karang
Sebelumnya kita pernah di gegerkan dengan pemberitaan mengenai Sungai bawah laut mexico kini di tanah air kita juga terdapat candi dibawah laut, dan sampai sekarang belum ada keterangan resmi dari dinas pariwisata Indonesia menangapi adanya foto cadi dalam laut yang katanya di ambil di daerah bali tersbut, sayang sekali blm ada video youtube yang di upload untuk mempertegas keberadaan candi itu.

Senin, 31 Januari 2011

Seni Untuk Arsitektur

Sebelum kita melangkah lebih jauh lagi di dalam memahami tentang seni, perlu disimak ucapan Hegel, “Arsitektur adalah art (seni) yang paling rendah karena arsitektur banyak menggunakan bahan, sedang yang paling tinggi adalah poetry karena poetry immaterial”. Bahkan Schopenhauer mengatakan pula bahwa arsitektur adalah seni yang paling rendah, setingkat dengan seni mencangkul kebun, karena sangat dekat dengan hajat manusia. Seni lukis dan seni rupa datang berikutnya, kemudian lebih tinggi dari itu adalah seni sastra (puisi), dan menyusul seni drama, tragedia dan komedia. Sekarang marilah kita tengok batasan seni untuk seni dan seni untuk arsitektur, ada beberapa pengertian di antaranya adalah:
- Seni dalam arti yang paling dasar berarti suatu kemahiran atau kemampuan. Batasan ini memang benar untuk kata asalnya ars (Latin) maupun kata persamaannya kunst (Jerman) diturunkan dari konnen, “bisa”.
- Sesuatu kegiatan yang dirancang untuk mengubah bahan alamiah menjadi benda-benda yang berguna atau indah atau pun kedua-duanya adalah seni. Hasil dari intervensi tangan dan ruh manusia yang teratur ini adalah sebuah karya seni.
- Dalam arti yang seluas-luasnya, seni meliputi setiap benda yang dibuat oleh manusia untuk dilawankan dengan benda-benda dari alam.
Demikianlah sebagian perumusan dari seni untuk seni, yang mencakup segala kegiatan manusia dalam menghasilkan sebuah karya. Meskipun arsitektur waktu itu masih dianggap sebagai seni, seorang arsitek dan teoris dati Jerman Herman Sorgel mengatakan, bahwa arsitektur beda dengan seni yang lain, kemudian mencoba memberikan rumusan dan batasan sebagai berikut:
1. Seni lukis adalah, seni bidang, berarti menggunakan dua dimensional.
2. Seni patung (sculpture) adalah, seni ruang, tetapi hanya menggunakan tiga dimensi dan menekankan ruang (concaf).
3. Arsitektur adalah, seni ruang tiga dimensi, tetapi menggunakan space dan meneknkan ruang (concaf).
Dengan demikian kita dapat menjelajah seni sampai pada batas kemampuan bagaimana seni menjelajahi arsitektur atau arsitektur yang menguasai seni. Sebenarnya tidaklah sulit untuk mengemukakan seni dan keindahan di dalam arsitektur bila kita dapat bersandar pada para arsitek. Kata-kata keindahan dan seni memang mendorong kita untuk berpikir dan menimbulkan kesenangan bagi orang yang menikmatinya, tetapi tidak memberikan pengertian yang kekal. Pada hakekatnya pengertian keindahan dan seni di dalam arsitektur haruslah dapat mengemukakan sumber-sumber dari mana keindahan datang, anasir-anasir apa yang membentuk keindahan dan seni. Karena karya arsitektur meupakan objek dari pengalaman manusia, bahkan setiap hasil karya arsitektur mempunyai nilai kehidupan.

Arsitektur Keindahan dan Seni

Asitektur merupakan hasil karya yang mempunyai seni dan keindahan dalam ungkapan fisiknya, sedangkan hubungan kita dengan objek arsitektural dirasakan sebagai komunikasi inderawi atas hasil karya tersebut. Arsitektur memberikan arti dan makna pda bentuk yang disandangnya, sedang keindahan terhimpun dalam keselarasan yang diungkapkan oleh lingkungan alam sekitarnya. Seperti halnya irama musik paduan-paduan ini mempunyai arti besar, seperti dikatakan Mario Salvadori “arsitektur adalah musik yang membeku”. Pada bagian lain Dr. Rudolf Hasse dalam “Building on a foundation of music” mengatakan, “The design of building on a basis of music is very much being discussed and will, without doubt, influnce some of the work of the architects of the next generation”. Ternyata melalui keindahan musik pun dapat menghasilkan satu ungkapan krya arsitektur, hal ini pun dapat kita lihat dalam bangunan Yunani kuno bahwa interval proportion merupakan hubungan antara arsitektur dan musik, demikian pula halnya yang dilakukan oleh Vitruvius Polio (84-14 BC) dalam “De architecture libri decem”.
Kalau kita kembali pada teori keindahan yang ada, berarti kembali pada teori “objektif” dan teori “subjektif”. Dalam teori objektif dikatakan bahwa keindahan atau ciri-ciri yang menciptakan nilai estetis adalah sifat (kualitas) yang memang telah melekat pada benda (hasil karya) indah yang bersangkutan, terlepas dari orang yang mengamatinya. Pada teori subjektif menyatakan bahwa ciri-ciri yang menciptakan keindahan pada suatu benda (hasil karya) sesungguhnya tidak ada, yang ada hanyalah tanggapan perasaan dalam diri seseorang yang mengamati benda tersebut. Dari kedua teori tadi dapat terlihat pula bagaimana keindahan suatu bangunan atau dengan kata lain keindahan arsitektur yang nyata. Pertama, nilai keindahan itu dapat tercipta dengan terpenuhinya asas-asas tertentu mengenai bentuk pada karya arsitektur tersebut. Kedua, tergantung dari pencerapan pengamatan kita. Meskipun dinyatakan bahwa sesuatu karya arsitektur mempunyai nilai keindahan (estetis), hal ini dapat diartikan bahwa pengamatan kita memperoleh suatu pengalaman estetis sebagai tanggapan terhadap hasil karya (arsitektur). Ada pendapat lain yang diberikan oleh Wladyslaw Tatarkiewics dalam “the Great Theory of Beauty” mengatakan, keindahan terdiri dari perimbangan dari bagian-bagian, lebih tepat perimbangan dan susunan dari bagian-bagian, atau lebih tepat lagi terdiri dari ukuran, peramaan dan jumlah dari bgian-bgian serta hubungan satu sama lainnya.
Dalam perkembangan arsitektur pada waktu lampau telah dikemukakan oleh orang Yunani bahwa keindahan dari sebuah atap tercipta dari sebuah ukuran, jumlah dan susunan dari pilar-pilar yang menyangga atap bangunan. Pilar-pilar itu mempunyai perimbangan tertentu yang terdapat dalam pelbagai dimensinya, sedangkan wujudnya dapat di lihat pada bangunan Partheon. Di sini kita berhasil melihat keindahan mutlak, yang sesungguhnya indah, keindahan universal dan maha tinggi, dari keindahan itu pula akan terlimpah segala bentuk yang indah. Tetapi pada hakekatnya perlu dikemukakan bahwa di Yunani juga terdapat keindahan yang tidak bernilai estetis (anesthetique) di dalam alam diperindah dan dibuat-buat (pseudo-esthetique), dan ada keindahan yang benar-benar bernilai estetis, yaitu yang terdapat dalam karya seni (arsitektur). Seperti yang digoreskan oleh Plato, “Barang yang terdiri dari bagian-bagian yang berbeda-beda tidak sempurna keindahannya kecuali bila bagian-bagiannya teratur rapi dan mengambil dimensi yang tidak dibuat-buat; karena keindahan hanyalah pengaturan dan keagungan”. (Buku Puisi, Ps. XII)

Apa Sebenarnya Keindahan Itu
Ada beberapa pengertian dan arti yang dapat kita jabarkan dalam membuat tirai keindahan ini, di antaranya adalah:
- Keindahan itu terdiri pada integrasi yang rasiona dari proporsi semua bagian dari satu bangunan sedemikan, sehingga tiap bagian mempunyai empat ukuran dan bentuk yang absolut dan tidak ada kemungkinan untuk mengambil atau menambah dari bagian-bagian itu tanpa merusak dari keindahan tersebut.
- Keindahan adalah hasil dari pada bentuk-bentuk yang indah yang berhubungan dan mendukung keseluruhan pada bagian komponen-komponen bangunan antara bagian komponennya, dan juga sebaliknya bagian akan mendukung bentuk satu keutuhan dari bangunan, dimana tiap bagian konstruksi akan sangat dibutuhkan untuk keberhasilan tegaknya bangunan.
Dari kedua pengertian di atas yang secara arsitektural ditonjolkan, dapat terlihat bahwa adanya faktor kesenangan terhadap bentuk-bentuk bujur sangkar, perbandingan kolom, bentuk-bentuk kubah dan lain sebagainya. Kalau kita hanya memperhatikan proporsi saja, keindahan proporsi saja, lalau timbul suatu pertanyaan apakah semua hasil karya arsitektur itu hanya indah dipandang? Apakah tidak dapat dihubungkan dengan fungsi? Karena bangunan itu dibuat oleh manusia untuk kemanusiaan. Sedangkan pengertian kedua didasarkan pada bentuk yang paling indah, adalah bulat atau bundar (hole) dan bujur sangkar. Mengapa demikian? Karena bentuk bulat ini menyerupai bulan atau matahari merupakan elemen-elemen kosmis, dan bentuk ini pun merupakan dasar unformitas daipada ciptaan Tuhan.
Meskipun demikian masih ada batasan secara umum ada batasan secara umum tentang keindahan yang dalam bahasa Yunani dikatakan “aesthetica”, pengertian ini berasal dari “aisthetika”, yang diartikan sebagai hal-hal yang dapat diserap dengan panca indera, dan “aisthesis”, yang diartikan sebagai pencerapan indera. Kemudian menurut alam filsafati juga terdapat pengertian tentang keindahan adalah:
- Secara tradisional telah dipahami sebagai cabang filsafat yang bertalian dengan keindahan dan hal yang indah dalam alam dan seni (The Encyclopedia Americana, 1973).
- Estetik adalah cabang filsafat yang bertalian dengan penguraian pengertian-pengertian dan pemecahan pesoalan-persoalan yang timbul bilamana seseorang merenungkan tentang benda-benda estetis. Pada gilirannya benda-benda estetis terdiri dari semua benda yang terkena oleh pengalaman estetis, dengan demikian hanyalah setelah pengalaman estetis dapat secukupnya dinyatakan ciri-cirinya dapatlah seseorang menentukan batas golongan benda-benda estetis itu (John Hospers).
Dengan demikian, dengan perhatian orang. Permasalahannya apakah tidak lagi menjadi pusat perhatian orang? Permasalahannya apakah keindahan selalu dihubungkan seni saja, kenderungan ini tercermin dalam batasan yang diberikan oleh Louis Kattsof sebagai berikut: “Cabang filsafat yang bertalian dengan batasan, rakitan dan peranan dari keindahan, khususnya dalam seni, disebut estetik”. Demikian keindahan dalam arsitektur mempunyai hubungan erat dengan kemampuan manusia menilai karya arsitektur yang bersangkutan untuk menghargai keindahannya. Kemampuan semacam ini dalam filsafat dikenal dengan istilah “citarasa” (taste). Citarasa ini menurut rumusan Kant, diartikan sebagai kemampuan mental untuk menilai sesuatu benda atau suatu macam gagasan dalam hubungnnya dengan kepuasan atau ketidakpuasan, tanpa adanya suatu kepentingan apapun. Benda atau hasil karya arsitektur yang mengakibatkan kepuasan yang demikian disebut indah.
Dari pembagian dan perbedaan terhadap keindahan tersebut di atas, kelihatannya masih belum jelas apakah sesungguhnya keindahan itu? Persoalan ini dapat memberikan berbagai macam jawaban, salah satu jawaban adalah mencari ciri-ciri umum pada semua benda (hasil karya) yang kita anggap indah, dan kemudian menyamakan ciri-ciri tersebut yang hakiki dengan pengertian keindahan. Sebenarnya, kalau kita amati keindahan pada dasarnya adalah sejumlah kwalita tertentu yang terdapat pada sesuatu hal, sedang kwalita yang paling sering kita jumpai adalah, kesatuan (unity), keselarasan (harmony), kesetangkupan (symmetry), keseimbangan (balance), dan perlawanan (contrast). Dari hal tersebut di atas, kita dapat mengingat adanya doktrin arsitektur yang dikemukakan oleh Vitruvius. Lebih jauh lagi pada pertengahan abad ke-19 seorang arsitek dari Jerman bernama Gottfried Semper menekankan adanya tiga patokan adalah: symmetry, proportion dan direction (arah). Arah menurutnya sangat penting karena tiap unsur di alam ini mempunyai arah sendiri-sendiri baik yang vertikal maupun horisontal. Perkembangan arsitektur pun menuntut lahirnya menuntut lahirnya pendapat-pendapat baru, ada satu pendapat yang dikembangkan oleh Le Corbusier mengenai estetika arsitektur yang didapat dari “simplicity” (kesederhanaan) dan “clarity” (kejelasan). Kemudian dari fenomena keindahan unsur-unsur arsitektur yang ada dikuranginya hanya menjadi empat kategori adalah: mass (massa), surface (permukaan), plan (bidang) dan regulating line (garis-garis yang menentukan).
Sebenarnya apa yang terkandung di dalam bentuk estetis terutama yang terkandung di dalam karya seni (arsitektur) menurut DeWitt H. Parker dalam bukunya “The Principles of Aesthetics (1920)” memerinci aesthetic form menjadi enam asas adalah:
1. The principle of organic unity (asas kesatuan utuh). Asas ini diartikan bahwa setiap unsur dalam suatu karya seni adalah perlu bagi karya itu, dan karya tersebut tidak memuat unsur-unsur yang tidak perlu sebaliknya mengandung semua yang diperlukan.
2. The principle of theme (asas tema). Di dalam setiap karya seni terdapat satu atau beberapa ide induk atau peranan yang unggul berupa apa saja (bentuk, warna, pola irama, tokoh atau makna) yang menjadi titik pusat dari nilai keseluruhan karya tersebut.
3. The principle of thematic variation (asas variasi). Tema dari suatu karya seni haruslah mengumandangkannya. Agar tidak membosankan maka perlu adanya variasi.
4. The principle of balance (asas keseimbangan). Keseimbangan adalah kesamaan dari unsur-unsur yang berlawanan atau bertentangan. Di dalam karya seni meskipun unsur-unsurnya nampak bertentangan tetapi sesungguhnya saling memerlukan karena bersama-sama menciptakan kebulatan.
5. The principle of evolution (asas perkembangan). Dengan asas ini dimaksudkan bahwa kesatuan dari proses pada bagian awal-awalnya menentukan bagian-bagian selanjutnya, dan bersama-sama menciptakan suatu makna yang menyeluruh.
6. The principle of hierarchy (asas tata jenjang). Merupakan penyusunan khusus dari unsur-unsur dalam asas-asas tersebut.
Saling interpretasi antara keindahan dan arsitektur dapat kita jumpai dalam semua karya arsitektur baik yang tradisional maupun yang modern. Semua akan memberikan arti tersendiri bagi manusia yang mengamati atau mengalami hasil karya tersebut. Secara simplisitis memang perlu ditinjau lebih dalam lagi, sejauh mana arsitektur menimbulkan getaran keindahan dalam hati kita. Keindahan adalah fungsi yang berguna: “tanpa kita tidaklah praktis dapat dikatakan indah”.

Pengertian Seni

Dalam bahasa Sanskerta, kata seni disebut cilpa. Sebagai kata sifat, cilpa berarti berwarna, dan kata jadiannya su-cilpa berarti dilengkapi dengan bentuk-bentuk yang indah atau dihiasi dengan indah. Sebagai kata benda ia berarti pewarnaan, yang kemudian berkembang menjadi segala macam kekriaan yang artistik. Cilpacastra yang banyak disebut-sebut dalam pelajaran sejarah kesenian, adalah buku atau pedoman bagi para cilpin, yaitu tukang, termasuk di dalamnya apa yang sekarang disebut seniman. Memang dahulu belum ada pembedaan antara seniman dan tukang. Pemahaman seni adalah yang merupakan ekspresi pribadi belum ada dan seni adalah ekspresi keindahan masyarakat yang bersifat kolektif. Yang demikian itu ternyata tidak hanya terdapat di India dan Indonesia saja, juga terdapat di Barat pada masa lampau.

Dalam bahasa Latin pada abad pertengahan, ada terdapat istilah-istilah ars, artes, dan artista. Ars adalah teknik atau craftsmanship, yaitu ketangkasan dan kemahiran dalam mengerjakan sesuatu; adapun artes berarti kelompok orang-orang yang memiliki ketangkasan atau kemahiran; dan artista adalah anggota yang ada di dalam kelompok-kelompok itu. Maka kiranya artista dapat dipersamakan dengan cilpa.

Ars inilah yang kemudian berkembang menjadi l'arte (Italia), l'art (Perancis), elarte (Spanyol), dan art (Inggris), dan bersamaan dengan itu isinyapun berkembangan sedikit demi sedikit kearah pengertiannya yang sekarang. Tetapi di Eropa ada juga istilah-istilah yang lain, orang Jerman menyebut seni dengan die Kunst dan orang Belanda dengan Kunst, yang berasal dari akar kata yang lain walaupun dengan pengertian yang sama. (Bahasa Jerman juga mengenal istilah die Art, yang berarti cara, jalan, atau modus, yang juga dapat dikembalikan kepada asal mula pengertian dan kegiatan seni, namun demikian die Kunst-lah yang diangkat untuk istilah kegiatan itu).

Yunani yang dipandang sebagai sumber kebudayaan Eropa walaupun sejak awal sejarahnya sudah mengenal filsafat dan juga fisafat seni, ternyata tidak juga memiliki kata yang dapat disejajarkan dengan pengertian kita sekarang tentang seni. Istilah yang paling dekat dengan pengertian itu ialah ?hne??ng sekarang kita kenal memiliki hubungan langsung dengan perkataan ?nik??

Pengertian Dasar Tentang Lingkup Senirupa

Kata seni yang bersumber dari bahasa asing itu menekankan arti pada hasil aktivitas seniman. Lingkup seni sebagai hasil aktivitas artistik yang meliputi seni suara, seni gerak dan seni rupa sesuai dengan media aktivitasnya. Media dalam hal ini mempunyai arti sarana yang menentukan batasan-batasan dari lingkup seni tersebut.

Media sebagai sarana aktivitas seni dapat menghasilkan karya seni setelah melalui proses penciptaan seniman berdasarkan pertimbangan artistik (nilai artistik). Jadi karya seni sesuai dengan media yang dipakai meliputi jenisnya; antaranya senirupa (visual art).

Pengertian dasar tentang lingkup senirupa (visual art) sesuai dengan media aktivitas:
Seni Murni:
Seni Lukis
Seni Patung
Seni Grafis

Disain:
Disain Grafis (Komunikasi Visual)
Disain Interior
Disain Produk (Disain Industri)

Kria:
Kria Tekstil
Kria Kayu
Kria Keramik
Kria Gelas, dll.


Pada masa lampau tidak ada perbedaan yang tegas antara seniman dan kriawan, antara artists dan craftsman. Charles Batteaux (1713-1780) membedakan seni menjadi dua, yaitu:
Seni murni (fine art/ pure art)
Seni terapan (useful art/ applied art)

Dengan timbulnya istilah seni murni (fine art) dalam abad 18 mulailah terjadi perbedaan yang mendasar tentang seni murni dan seni pakai.

Seni berkembang terus, dan pada abad 19 ada usaha untuk menyatukan kembali antara seni dan kria, dalam sejarah senirupa, kita mengenal lahirnya Werkstatte di Austria dan Bauhaus di Jerman merupakan suatu usaha untuk menyatukan kembali seni murni dan seni pakai. Lahirlah istilah yang kita kenal sekarang dengan sebutan disain industri.

Namun demikian, perkembangan senirupa sejak tahun 60an sampai sekarang telah menunjukkan suatu perkembangan yang berbaur dengan berbagai disiplin seni, seperti munculnya seni Happening, seni Instalasi, Multimedia dan lain-lain, juga batasan antara seni kria yang betul-betul memiliki kemahiran teknik (buatan tangan) dengan campuran yang menggunakan alat industri, juga perkembangan teknologi fotografi yang demikian maju.

Latar Belakang Munculnya Gerakan Metabolisme dalam Arsitektur Modern


Pada awal mulanya arsitektur banyak yang mengangap sebagai tempat bernaung. Hal itu tidak sepenuhnya dapat disalahkan karena anggapan tersebut berdasarkan dari persepsi masing-masing orang yang mendeskripsikan bahwa arsitektur hanya berupa bangunan-bangunan yang berfungsi sebagai rumah tinggal. Namun hal itu hanya bersifat umum, karena lingkup kajian arsitektur sangat luas dan kompleks. Arsitektur dapat diartikan sebagai wadah/tempat yang dapat menampung segala aktivitas yang dilakukan manusia, melindungi manusia dari gangguan yang berasal faktor luar maupun dari faktor dalam, simbol yang dapat menunjukkan identitas sosial dan status, dan sebagainya.
Arsitektur merupakan lintas disiplin ilmu yang bergabung dalam satu kesatuan meliputi: ilmu teknik, seni, soial, ekonomi dan budaya. Hal inilah yang menyebabkan arsitektur menjadi kompleks karena saling berhubungan antar disiplin ilmu ke disiplin ilmu yang lain. Sehingga dalam mengkaji ilmu arsitektur dapat di lihat dari berbagai sudut pandang dan kajian yang dihasilkan sangat beragam. Kajian yang beragam tersebut melahirkan berbagai macam konsep dalam perancangan arsitektur, hal inilah yang menjadi sangat penting dalam arsitektur karena suatu konsep terbentuk bukan dalam waktu yang singkat akan tetapi membutuhkan waktu yang panjang dalam menghasilkan sebuah konsep. Konsep dalam perancangan arsitektur sangat penting karena merupakan awal dari perancangan arsitektur yang nantinya akan dkembangkan serta diperluas sesuai dengan apa yang diinginkan. Biasanya konsep-konsep dalam arsitektur adalah cara yang digunakan perancang untuk menjawab persoalan yang terjadi pada saat perancangan yang diberikan dalam program. Konsep tersebut merupakan alat untuk mengubah pernyataan masalah non fisik menjadi produk bangunan fisik.


Konsep merupakan gagasan yang berifat umum atau garis besar dari sebuah perancangan arsitektur yang nantinya bisa dikembangkan sesuai dengan desain yang akan di buat. Konsep dapat memberikan berbagai macam gagasan yang timbul untuk mengatasi permasalahahn yang dihadapi dalam perancangan. Sehingga langkah-langkah yang dihasilkan tidak hanya terpaku pada satu alternatif namun dapat memberikan berbagai macam alternatif, sehingga perancangan yang dihasilkan dapat dimabil yang terbaik dari alternatif yang telah ditentukan.

Konsep dalam peracangan arsitektur dapat dihasilkan melalui hasil penelitian yang dilakukan seseorang ataupun mempelajari konsep yang telah ada sebelumnya dengan mengubah atau berpikir dari sudut pandang yang berbeda. Konsep perancangan yang dipelajari dari konsep yang telah berhasil diterapkan oleh seseorang arsitek disebut preseden. Cara ini dapat digunakan dalam perancangan arsitektur, hal ini dapat dilakukan dengan menerapkan konsep yang telah dibuat oleh seorang arsitek secara keseluruhan atau hanya mengambil ide-ide dasar dan mengembangkan sesuai dengan sudut pandang masing-masing.

Banyaknya aliran-aliran dalam perancangan arsitektur menghasilkan konsep-konsep yang berbeda-beda sesuai dengan paham yang di anut oleh seorang arsitek. Paham itu di antaranya: arsitektur modern, post modern, regionalis, dekonstruksi, dan lain-lain. Setiap aliran mempunyai konsep masing-masng. Untuk hal ini khusus mengkaji tentang arsitektur modern yang terbagi pada tradisi logical berupa aliran metabolisme. Pengertian arsitektur modern menurut Budi. A . Sukada adalah suatu pemikiran tertentu yang dipraktekkan oleh para arsitek sehingga menghasilkan suatu karya arsitektur yang lain dari yang lain.

Alasan yang diambil untuk mengkaji lebih dalam tentang aliran metabolism karena kaum Metabolis Jepang sebagai tempat asalnya di tempatkan pada posisinya. Penempatannya pada posisi ini teruta disebabkan karena kelompok ini banyak mengambil dan menyempurnakan secara sistematik gagasan-gagasan maupun gambaran dari sumber-sumber lain; sehingga mereka seringkali lebih superior dar pada sumber-sumber aslinya. Selain itu aliran metabolisme dalam perancangannya menghasilkan bangunan yang sungguh-sungguh menunjukkan suatu usaha di dalam perancangan yang tarasionalisasi dan efisiensi di bidang logistik, yang menyangkut pengadaan dan distribusi serta pemeliharaan dan penggantian. Efisiensi dalam bdang logistik ini tampak dengan jelas di dalam proses pengerjaannya; ke dalam tapak dan dari dalam tapak.

Umumnya bangunan yang beraliran Metabolisme memiliki bentuk layaknya makhluk hidup. Jadi inspirasi dalam idea tau gagasan yang dikeluarkan berasal dari lingkungan sekitar. Arsitek yang menganut paham ini di antaranya adalah Kisho Kurokawa. Bangunan yang telah dirancangan oleh Kisho Kurokawa adalah Takara Beautilion. Pada dasarnya, struktur bangunan rancangan Kurokawa ini terdiri atas suatu unit tunggal yang disusun secara berulang hingga 200 kali pengulangan. Unit-unit tunggal tersebut terbuat dari tabung-tabung baja yang dibengkokkan dengan radius yang sama.

Meskipun Kurokawa sudah menggapai kesuksesan luar biasa sebagai seorang arsitek, tetapi karyanya melambangkan “mekjizat ekonomi” orang Jepang. Sejak tahun 1971, pada usia 36 tahun, Kurokawa telah merancang sejumlah besar bangunan, termasuk tiga pavilion pada expo ‘70an dan dua buah kota baru. Keberhasilan ini dan digabungkan dengan penemuan-penemuan dalam bidang teknologi Jepang, tentu saja melahirkan political yang menekankan perhatian terhadap kegunaan dan system manjemen serta teknologi.

Aliran Arsitektur Modern

dalam perkembangan arsitektur modern dari tahun '20 - '70 dari pengamatan-pengamatan Ch.Jencks.
Kenapa arsitektur dikaitkan dengan politik? Baik secara komporomistis maupun bertolak belakang dalam perwujudan arsitektur.
Sebab :
1. Arsitektur semakin tergantung pada patron kolekif (negara, pemerintahan, kelompok usahawan). Pada tradisi logis, perbedaan kontras terdapat pada ahli teknik dengan orientasi dan efisiensi untuk pelayanan masyarakat.
Buckminster Fuller mengusulkan :
Suatu sistem organisasi dunia yang memajukan insinyur sebagai arsitek dunia (universal architect) menggantikan para politikus.
Pada prinsipnya: mengantikan pemikiran-pemikiran politis dengan pemikiran teknis dan efisien.
2. Pada umumnya arsitek sangat halus mempengaruhi pemakainya.
Kenzo Tange mengharapkan:
Dalam menghadapi tantangan realitas, kita harus bersiap-siap menghadapi masa datang dengan type revolusi teknologi baru yang dapat merubah sistem masyarakat yang ada sekarang.
Perencanaan yang skematis, pertumbuhan yang kontinu merupakan dampak dari revolusi cybernetic ; yang juga merupakan ciri tradisi logis.
BAGIAN I
TRADISI LOGIS
Periode "20-keatas; kaitan antara arsitekur modern dengan revolusi industri Revolusi industri dalam material dan teknologi mempengaruhi bentuk-bentuk arsitektur modern. Dengan hadirnya IPTEK, manusia memuja 'pembaharuan-pembaharuan' dan 'perubahan'. Perubahan pada tradisi-tradisi sosial and estetis (nilai-nilai lama).
Dengan IPTEK, kemungkinan untuk mengembangkan/mewujudkan ide-ide tentang bentuk yang mengikuti fungsi (form follows function) semakin bertambah. Gerakan modern dalam arsitektur mencoba menyederhanakan dan menyatukan kerumitan permasalahan yang ada.
Tradisi logis dengan sekumpulan sikap dan metode desain yang sistematis, menjawab kekacauan mengenai peranan perencanan bangunan dengan industri (akibat kurangnya pengertian tentang bagaimana tersebut bekerja). Sejarah desain parametrik banyak berkembang di Jepang dalam pergerakan arsitektur yang dipelopori oleh Kenzo Tange.
e-USU Repository ©2004 Universitas Sumatera Utara 1
???? Dalam satu segi merupakan perkembangan dari zaman keiayan (heroic period) dari hasil akhir Le Corbusier.
???? Dan dari segi lain; mirip dengan gerakan super sensualis (yang menggambarkan keabsolutan teknologi yang kontras dengan nilai tradisional)
Aliran/Metabolisme Jepang ditempatkan pada tradisi ini sebab Jepang banyak mengambil ide dan image, dan kemudian secara sistematis menyempurnakannya (sehingga pada umumnya hasilnya lebih baik dari sumber/asal ide tersebut) Contoh :
1. Pavillon di Expo 70 (Kenzo Tange) merupakan realisasi dari
• Ide Archigram (group Inggris) yaitu Plug in City 1964 dan
• Yona Friedman yaitu Spatial City 1961
2. Landmark Tower, Expo 70 (Kiyonari Kikutake) Osaka Dari proyek yang ada sebelumnya yaitu : percobaan geodesic dari Bucminster Fuller dan Archigram Montreal Tower Project, '64
Sukses yang dicapai oleh para arsitek Jepang memperlihatkan keajaiban ekonomi Jepang yang berkembang pesat, ditambah dengan penemuan teknologi yang berkembang pesat pula secara alamiah membentuk suatu filosofi politik yang 'meritocracy', managerialism, dan teknorasi. Pertimbangan dari tradisi logis yang memperhatikan kebesaran yang universal dari alam dan doktrin dari fungsionalisme (asumsi dari Pierre Luigi Nervi)
• apakah arsitektur bergerak kesuatu bentuk yang sama? Ya!
Berdasarkan : - pendekatan hukum-hukum alam
Jadi : Kelompok logis meramalkan bahwa bentuk "arsitektur dimasa yang akan datang akan selalu ditentukan oleh sifat" keteknikan dan teknologi serta fungsi dan strukturnya yang mengikuti hukum-hukum alam.
Dengan kata lain: tidak akan ada suatu pengungkapan formil yang baru lepas dari sitar-sitar radio

KARAKTERISTIK KELOMPOK LOGIS
1. Mendaya-gunakan teknologi diatas segalanya
2. Memegang ideologi seorang ahli teknik (engineer)
3. Fungsionalis dan mengembangkan pendekatan kepada hukum-hukum alam
4. Mengandalkan sistem managemen Permasalahan dipecahkan dengan metode perencanaan yang sistematis Christopher Alexander mengenalkan suatu metode parametrik (suatu masalah dianalisa menjadi parameter-parameter yang jumlahnya ribuan-jutaan --- lalu diorganisasi)
5. Menerapkan disiplin-disiplin ilmu dan penalaran (statistik, giometris, sistematik, statika, dll)
6. Ada keinginan untuk memulai menata lingkungan baru

PRAGMATIS --- IDEAL --- UTOPIAN --- FUTURISTIK

TOKOH DAN KARYA

1. BUCKMINSTER FULLER
UNIONTANK CAR CO (1958)
Sebuah bangunan dengan struktur berbentuk dom (0 384feet - high 120feet) Fungsi bangunan: tempat reperasi gerbongl tanki KA
Dom ini dibentuk dari 321 unit panil hexagonal (segi 6) dengan rangka baja. Pada masa itu merupakan bentang terbesar
2. KISHO KURUKAWA
Bangunan ini ditandai kapsul dengan pipa saja. Luas kapsul "2,2 m2.
Dibangun dengan sistem metabolisme (semacam knock-down-red)
e-USU Repository ©2004 Universitas Sumatera Utara 2
3. KENZO TANGE
PAVILLON UTAMA XPO'70
Terdapat Space Frame dengan lebar 200 feet (60m) yang merupakan jaringan 3 dimensional untuk penyal man gaya-gaya. Fungsi-fungsi servisnya merupakan infra struktur yang ideal. lni merupakan contoh disain yang sistematis.
4. PIERLUIGI NERVI
HANGGAR PESAWAT TERBANG
5 buah penyangga utama dan 21 balok pendukung yang lebih kecil dengan dimensi 335 feet x 132 feet.
5. FREI OTTO
ARCTIC CITY ENVELOPE (1971)
Merupakan Sperical pneumatic membrane yang diperkuat oleh jaringan sebagai pengkaku Ø 2 km, high max 240 m.
Bahan: sintesis transparan dalam 2 lapis, serat "Polister tegangan tinggi seterusnya ini dibuat untuk menutupi sebuah kota untuk max 45.000 penduduk di Arctic
LOGICAL TRADITION merupakan kelanjutan dari INTUITIVE TRADITION
BAGIAN II
TRADISI INTUITIF
I. REVOLUSI GANDA, suatu pergantian orientasi
Arsitek expresionist sekitar awal '20 dengan kebebasan individual, sering mencampur adukkan bentuk dengan bentuk anakisme
1.1 Akhirnya perlu ORIENTASl SOSlAL yang diwujudkan dalam konsep SOSIALlSME ROMANTIK, berdasarkan semangat kerjasama dan kekeluargaan. Terjadilah revolusi politik yang dibawa oleh GROPIUS, MIES, dan arsitek AVANTGARDE lainnya yang tergabung dalam NOVEMBER GRUPPE.
1.2 Perubahan Spiritual yang mengganti nilai-nilai arsitektur terdahulu, keduanya disebut REVOLUSl GANDA
Salah seorang UTOPIAN yaitu BRUNO TAUT merupakan pengikut REVOLUSl GANDA ini, dicobannya menggabungkan KONSEP NEW CRYSTAL ARCHITECTURE dengan konsep lain yang kelihatannya kontradiktif yaitu NEW COMMUNITY SPIRIT (mencoba membangun gedung-gedung pusat masyarakat, bergaya mewah dan sangat spektakuler, seperti kristal dengan ekspresi teknologi mutakhir).
II. ARSITEKTUR EKSPRESIONISME DAN FANTASTIK
ldeologi arsitektur ekspresional hanya sedikit terwujud dalam bentuk arsitektur. Akibatnya 40 tahun kemudian (sekitar '60 an) kembali, sebagai kelompok kecil arsitektur fantastik
ldeologi Fantastic architecture ini:
Menghargai kebebasan imajinasi arsitek dalam melawan bangunan-bangunan konvensional dan rationalism.
Hundertwasser (Pelukis Austria-awal 60 an) dengan buku :
MOLLID MANIFESTO AGAINST RATIONALISM IN ARCHITECTURE
Dengan dilema :
1. Kebebasan mencipta mernpakan seni dalam arsitektur
2. Cenderung melawan rasionalis-konvensionalis yang menganggap garis lurus adalah sesuatu yang jujur dan efisien
Hundertwasser mengajukan gagasan lain:
Mengahargai kebebasan bentuk dan garis seperti makhluk-makhluk mikrobiologi.
Beberapa karya yang menganut idea ini diciptakan para arsitek fantastik seperti : BRUCE GOFF, GORMAN, RODDILA, dan lain-lain
(idea-idea mikrobiologis)
a. Mereka memperhatikan aneka sifat barang dan bahan yangg ada disekitarnya (dari tutup botol sampai kerikil).
Sebagai penyaluran ekspresi yang memiliki ketentuan dan kekuatan sendiri yang wajar
b. Keahlian ahli struktur dari MORENDI sampai FREI OTTO yang menghasilkan karya eksprektif yang fantastik.
III. CONTOH-CONTOH, ulasan protipe
Berbicara sekitar idea fantastik, perlu diketengahkan ahli-ahli struktur sebagai arsitek yang brilian dari Morendi sampai Nervi.
Frei Otto dengan kabel tariknya sampai dengan 21 km, yang mencoba mewujudkan konsep hyperbolic berupa kubah luas setebal (hanya) 14,5 cm dengan bentang 10 m Sama-sama berangkat dari pendekatan struktur, Hans Scharoun (arsitek Jerman) : Karya fantastik bisa mendekati kebenaran empirik. Scharoun sebagai arsitek UTOPIAN memegang kuat kreatifitas individu sebagai ukuran kualitas.
Philharmonic Hall di Berlin, mencoba menyatakan kesan dan suasana hingar bingar pada eksterior dan interiornya. Semangat 'musical perfomance' diwujudkan dalam penataan ruang dalam mengikuti bentuk dan irama yang diciptakan air terjun (berderai, bergelora, bergemuruh, dan seterusnya).
Karya lain secara politis dan fungsional digolongkan pada fantastik adalah Sidney Opera House (karya Jorn U).
Karya ini banyak diperdebatkan oleh parlemen di Australia, banyak peserta yang mengundurkan diri karena program yang berubah. Secara arsitektur dapat dipertanyakan apakah shell voult sesuai dengan keperluan akustik ruangan atau ekspresi fungsi opera yang diinginkan.
IV. TRADISI INTUITIF MENDATANG, kecendrungan abad 21
Idea dan bentuk diambil mulai dari hal-hal biasa sampai khayalan diluar manusiawi. Selain itu diramalkan adanya kelemahan-kelemahan yang bisa menjadi sasaran kritik, antara lain:
???? Kesederhanaan yang cenderung naif (naivity)
???? Asumsinya tentang hal yang melulu bersifat teknologi, akan dapat diterima dan menjadi bagian dari masyarakat.
Bagaimanapun tradisi ini mencoba membenahi pandangan tersebut selain memperlihatkan potensi mereka yang bersifat sosial, yaitu potensi membangun.
RESUME
???? Pada dasarnya tradisi intuitif selalu meninjau bidang" lain ( Untuk meminjam atau digunakan kembali untuk merubah hal-hal yang ada pada masa kini)
???? Bahasa kekhususan tradisi intuitif-fonnalisme abstrak-mencoba mempertemukan ideologi-kreatifitas-dan pendapat umum
BAGIAN III
TRADISI IDEALIS
1. LATAR BELAKANG DAN PERKEMBANGAN
a. Selaras dengan perkembangan zaman muncul bermacam-macam teori dan ide-ide baru. Para arsitek dihadapkan pada tantangan, bagaimana agar desain hasil pemikiran mereka dapat dimengerti oleh masyarakat yang heterogen dan macam-macam pola hidupnya. Tradisi idealis memperhatikan pada fungsionalis, ekspresif, simbolis, dan sopan santun berusaha menjawab hal diatas. Tradisi ini adalah inti arsitektur modern, karena sebagian arsitek tergabung tradisi ini. Mereka mendesain bangunan yang selaras dengan lingkungannya.
Arsitek dari tradisi ini berusaha agar bentuk dapat dipahami, dan merupakan kelanjutan dari paham fungsionalisme. Paham fungsionalisme yang kaku, disempurnakan dengan membuat hasil (produk) dapat dikomunikasikan dengan masyarakat dengan tanpa meninggalkan fungsi sesungguhnya. LE CORBUSIER merupakan PIONIR TRADISI IDEALIS
Pemecahan masalah sosial merupakan inti atau masalah utama dalam tradisi idealis ini, tidak hanya menganjurkan solusi masalah saja ; tapi mereka juga mengajukan usulan-usulan atau altematif dengan pertimbangan adanya perubahan di masa datang.
b. Dimulai pada bulan Oktober '20 selama 2 tahun setelah itu, LE CORBUSIER menulis dimajalah L'ESPRIT NOVEAU (suatu kumpulan artikel yang berisi tentang semangat baru yaitu semangat konstruksi dan sintesa konsep yang jelas) dengan selalu menekankan pada ikatan-ikatan idealis seperti semangat baru, konsep yang jelas, ZEITGEIST, jaman besar. LE CORBUSIER berhasil mengkristalkan seluruh harapan di tahun 20-an itu, tulisan ini mendapat tanggapan yang cepat dan nyata.
c. Gerakan-gerakan yang turut merasakan pandangan ini pada awal tahun 2a-an antara lain: De Stijl (Belanda), Puristme (Paris), Contructivisme (Rusia dan Hongaria), Ekspresionisme dan Utopian (Jerman), Dadaisme dan Surealisrne (New York), Kritik (Inggris dan USA) dan Formalisme (Cekoslovakia). Hal ini merupakan gabungan eksplosif dari semangat Eropa. Kejadian-kejadian di Eropa terasa cepat bergerak.
Pada waktu itu LE CORBUSIER mengerjakan hampir semua prinsip-prinsip untuk karyanya KOTA KONTEMPORER untuk 3 milyun penduduk direncanakan untuk 30 tahun.
Dalam tradisi dikenal 5 pembabakan yaitu :
1. PERIOOE HEROIC
2. INTERNATIONAL STYLE
3. METAPHYSIC
4. CIBERNETIC
5. SEMIOLOGI
1. PERIODE HEROIC
Berawal dari tradisi logis
Arsitek-arsitek berusaha mengatasi masalah sosiaI rang dihadapi masyarakat, rang hal ini hanya menurut ideal si arsitek. Jadi secara tidak sadar arsitek menganggap dirinya sebagai pahlawan. Contoh periode heroic: KOTA KONTEMPORER oleh LE CORBOSIER, antara lain berisi :
???? pemisahan garis fungsi-fungsi utama
???? sistem-sistem sirkulasi
???? kota taman
???? jalan-jalan dalam blok apartement
Secara politis karya ini antara lain campuran dari ideologi-ideologi yang bertentangan, mendapat kritik pedas dari semua pihak, misalnya :
KOMUNISME PERANCIS dengan sebutan PERENCANA FASIC, sebab pemerintahan pusat yang kuat dijalankan oleh kelompok-kelompok elite pengusaha dan selain itu ada masalah perbedaan kelas dalam masyarakat (guru dan manajer).
Sikap mendua dari LE CORBUSIER terlihat dari karyanya: FREEHOLD MAISONNETTE SCHEME (1922) yang cenderung mengarah kepada sosial utopia dan komunisme serta kapitalis pragmatis dan didukung pertimbangan ekonomi yang mantap. Proyek ini dengan sifat fungsional, estetis, langsung ditiru oleh konstruktivis sosial yang dikembangkan menjadi rumah-rumah komunal.
Oleh sebab itu dan sebab lain LE CORBUSIER dicap sebagai antek-antek komunis oleh kaum reaksioner. Sebagai pembelaan diri ia mengeluarkan buku : Toward and New Architecture (1923) yang dialiri suatu chapter architecture or Revolution. LE CORBUSIER dituduh lagi menjadi penganut aliran marxisme ortodoks karena ia mencoba memecahkan masalah sosial dengan cara arsitektur tanpa revolusi. Hal ini dihadapkan pacta posisi yang sama dari setiap arsitek idealis. Ketika ditekan oleh tuduhan ini, LE CORBUSIER beralih lagi dan sikap apolitic pragmatis ke justifika teknokrat (netral dan efisien). Hal ini dinyatakan pada bagian akhir bukunya yang berjudul The City Of Tomorrow Pada 1928 Helena de Mandrot di Swiss, dibawah bimbingan LE CORBUSIER membawa suatu ide untuk mempertemukan arsitek dalam suatu kongres internasional (CIAM I).
Hasilnya:
???? Pameran Weissonhof, yang menetapkan arsitek modern sebagai gaya tahun '20-an (segi positif).
???? LE CORBUSIER kalah dalam liga nasional karena tidak berkompromi dengan aliran modern (segi negatif).
CIAM terbagi dalam 2 golongan yang bertentangan :
1. Arsitektur formalis dari Perancis
2. Arsitektur fungsionalis dari Jerman yang terjadi karena perbedaan borjuis reformis dan marxis revolusionalis. Kelompok ini tidak mengenal adanya pembagian kelas dalam masyarakat.
Karena pertentangan ini (CIAM) mengalami kemunduran arsitek Jerman (Ernst May dan Haunes Meyer) membuat suatu kontrol dari pihak pemerintah berdasarkan opini publik, contoh : Kasus Frankfurt Jerman yang memperlihatkan bahwa dinas tata kota berpengaruh pada perkembangan arsitektur. Sebelum kejayaan tradisi idealis pada periode heroic berakhir dikemukakan dua tradisi idealis dan harapan untuk peningkatkan mutu.
1. Kepahlawanan yang terjadi pada kehidupan yang sehari-hari (mengagung-agungkan objek sehari-hari seperti pipa air, botol anggur, knop pintu, mesin)
2. Periode heroic berarti semangat kepahlawanan dari setiap individu untuk mengubah masyarakat.
Contoh : monumen atau Mies Van Rohe, bersikap apolitik pragmatis dan secara fatal menghormati pada kekuatan struktur yang ada sehingga merancang monumen komunis ini. Sikap apolitik ini sangat mempengaruhi kemunduran tradisi idealis sesudah periode heroic. Pada dasarnya aliran sosial utopian yang menjiwai karya LE CORBUSIER, GROPIUS dan arsitek-arsitek CIAM menjadi mundur pada saat estetik dari internasional style merajai dunia.
2. INTERNATIONAL STYLE
Pada waktu pertentangan-pertentangan idealis (seperti yang sudah ditulis sebelumnya) LE CORBUSIER, GROPIUS, arsitek-arsitek ClAM membentuk aliran baru yang tidak memihak idealis manapun, yang menjadi sebab aliran ini disebut aliran International Style. International Style mencapai puncak perkembangannya pada tahun '50-an. Berupa Curtain Wall. Curtain Wall antara lain kulit ( selimut) yang bersifat tidak menunjang, berupa bingkai-bingkai jendela dan panel-panel yang ditonjolkan dari struktur bangunan rangka.
Ada 2 kelemahan dan International Style, yaitu:
1. Penghamburan energi untuk ekspresi bangunan
2. Dengan sistem yang berulang dan curtain wall, sukar untuk mengekspresikan fungsi yang beragam di dalam bangunan
Contoh bangunan masa International Style:
???? Seagram Building, NY'58
???? Lever House, NY '52
???? Pepsi Cola Building, NY'60
???? General Motor Technical Centre '55
???? Tribun Tower, Chicago '22
Pada awal '60 an, terjadi kontradiksi antara kesempurnaan teknis dan visual versus kesederhanaan. Hal ini merupakan sebab utama dari timbulnya New Brutalism (New brutalism adalah suatu aliran pada masa transisi dan CIAM ke team X).
Aliran ini terjadi secara paralel of life and art, yang berusaha mengobjektifkan realitas yang mengenai kebiasaan dari masyarakat, keinginan-keinginan dan teknologi rang dikuasai, dan sebagainya.
3. METAFISIK
International Style tersaingi oleh Bureaucratic School, karena terjadi kontradiksi antara keunggulan teknik dan visual dari bangunan dengan kekurangan-kekurangan yang tidak dapat disangkal dari arti bangunan sesungguhnya. Dalam tradisi idealis ada aliran New Brutalism, selain itu ada aliran metafisile dimana arsitek seperti Louis Khan, Aldo Van Eyek dan James Stirling termasuk dalam aliran ini.
Karya-karya mereka merupakan derivat-derivat dari prinsip-prinsip yang terdapat pada periode heroik yang menunjukkan bahwa bagaimanapun juga arsitek tidak lepas dari pemikiran sosial maupun politik yang menjadi nabi prinsipini adalah Louis Khan.
Karya-karya arsitek rang dihasilkan oleh METAPHYSICAL SCHOOL adalah primitif dalam ekspresi, tidak fundamentalis, tegas, jelas berdasarkan elemen-elemen rang teratur rang secara konseptual dihasilkan arsitek Sebagai contoh:
Karya James Stirling, St Andreus Residence merupakan pengulangan bentuk unit kamar tidur, dan hal ini mempunyai kelebihan dalam mengurangi ekspresi dalam efisien danjuga fungsi yang mengidentifikasikan arsitekknya.
Dalam semua kasus ini penekannya pada segi mental dan kemauan masyarakat diutamakan dibandingkan bahan-bahan dasarnya.
4. CYBERNETIC SHOOL
Banyaknya kemungkinan baru seperti desain komputer, bank data desain 3 dimensi holograpic, dan komunikasi laser dan produksi otomatis (automated production). Kebencian pada produk-produk mesin (karena patern yang diprogramkan itu-itu saja). Salah satu dalil dalam ars modern yang disetujui oleh LE CORBUSIER dan WALTER GROPIUS ialah buku arsitek harus mendesain type-type arsitek yang beraneka ragam (invariant archetypes), standar atau object types yang kemudian bisa diulang tanpa akhir dengan produksi massal.
Pertimbangan LE CORBUSIER adalah ekenomi sosiologi dan teori Darwin.
Kaum sosiologis mengatakan bahwa anomik yang coforminty akibat standarnisasi tersebut sangat merusak hubungan sosial, individu. Sedangkan yang lain mengatakan otomatisasi yang dihasilkan oleh produksi cybernetic bisa membawa kita ke kehidupan organik, dunia pekerjaan tangan dimana tiap bentuk berbeda dengan bentuk selanjutnya dengan ongkos yang sama, kecepatan, dan efisien yang sama untuk suatu produksi ulang.
Rumah dimasa datang dibangun dengan sistem perakitan dimana panil-panilnya berlainan yang bisa dipasang menurut sikon.
Produksi cybernetic (sering disebut Revolusi II) akan mengembalikan lingkungan pada zaman sebelum industri dimana produksi bisa dipesan.
Manusia dikontrol oleh sistem budayanya bukan hanya hubungan ekonomi semata.
Contoh: - Cambridge Faculty of History, oleh James Striling dan Michael Wilford.
5. SEMIOLOGI
Produksi cybernetic (Rev. Industri II) membuat dampak pada lingkungan seperti halnya kejadian pada zaman sebelum revolusi industri terdahulu. Seperti telah disebutkan bahwa, lebih baik menyatakan manusia diatur oleh signs yang menyeluruh pada kebudayaannya dan tidak oleh kemampuan ekonominya saja.
Demikian teori mengenai signs, semiology, menjadi landasan penting, karena hal ini memberikan bermacam-macam variasi sistem komunikasi.
Teori semiology akan menjelaskan hubungan antara bermacam-macam sumber-sumber kolektif, langue dan pilihan individual dan kreasinya, parole.
Menurut Ferdinand de Saussme:
1. Langue = berasal dari language yang berarti cara berkomunikasi antara manusia. Dalam arsitek yang dimaksud adalah suatu ciri umum yang mudah
dikenal dan dipahami oleh masyarakat.
2. Parole = Suatu cara pengungkapan keinginan pribadi (speech)
Dalam arsitek hal ini berarti suatu pemasukan keinan pribadi dari sang pencipta kedalam karyanya dengan tanpa memperhatikan lingkungan masyarakat apakah karya tersebut dapat diterima atau tidak.
Penggunaan signs dari sumber-sumber yang berbeda-beda meningkat dikalangan arsitektur. Jika ia menggunakan sumber-sumber yang terlampau jauh berbeda dengan harapan dan keinginan kolektif, maka ia gagal dalam berkomunikasi. Robert Venturi telah memperlihatkan dan menerangkan bagaimana cara seorang arsitek dapat menggabungkan eliche, citra, dan iklan pada disain suatu bangunan
tanpa harus terjatuh pada salah satu ekstrim di atas.
Kaum Facis cenderung menyimpan dan menahan pengalaman, dalam suatu masyarakat yang pluralis ada kewajiban untuk mengenal tuntunan-tuntutan yang bermacam-macam dan masalah sosial yang terjadi.
Contoh: Boston University Complex oleh Jose Louis Sert
Contoh ini membutuhkan kemungkinan manusia bisa berdampingan dengan lingkungannya jika fungsi dan bentuk diselaraskan sain sama lain.
Pada kenyataannya hubungan antara bentuk dan fungsi atau signifer dan signifea sangat susah ditentukan dan selalu menjadi pertanyaan. Semiologi School menekankan suatu bentuk (dari suatu bentuk) suatu kawasan lingkungan bisa dikenal oleh masyarakatnya.
CIRI-CIRI TRADISI IDEALIS
Sulit untuk merumuskan ciri-cirinya (secarah umum), karena kadang-kadang pada suatu periode jauh berbeda dengan periode lain; maka ciri-ciri ini disusun berdasarkan kejayaan periode yang mempengamhi tradisi ini; antara lain:
1. Pada periode Heroic
???? bertitik tolak pada pemecahan masalah sosial
???? berlandaskan idealisme pribadi arsitek
???? dipengaruhi penemuan-penemuan baru mengenai mesin
???? pendewaan terhadap barang-barang sehari-hari
???? ekspensif fungsionalis
2. Pada saat dipengaruhi International Style
???? penggunaan curtain wall dan asesorisnya
???? mulai menggunakan precast slab
e-USU Repository ©2004 Universitas Sumatera Utara 8
???? clean dan simple
3. Pada saat dipengaruhi Metaphysic School
???? menempatkan arsitek pada skala kosmis
???? berdasarkan keinginan untuk membuat dunia lebih baik
???? berdasarkan gagasan bahwa bentuk dapat dihasilkan dari bentuk struktur alami, seperti dome, busur
???? Primitif dalam ekspresinnya, pengesposan bahan yang berstruktur kasar (bata, batu, dan lain-lain)
4. Pada saat dipengaruhi Cybernetic
???? dalam memecahkan masalah mencoba memberikan alternatif lain, variant yang timbul dari kemampuan dan keistimewaan mesin otomat
???? mass production, standardisasi
???? pertimbangan dari segi ekonomi, sosiologi, dan teori Darwin
5. Pada saat dipengaruhi Semiologi
???? berusaha berkomunikasi/menangkap keinginan masyarakat
???? membuat lingkungan menjadi sesuatu yang bisa dikenal
???? mendamaikan aliran-aliran yang bertentangan
???? setiap unsur dan elemen bangunan berperan tanpa lepas dari kesatuan

CONTOH-CONTOH KARYA TRADISI IDEALIS
???? LE CORBUSIER
1. Proyek Algier
Permainan fungsi menghasilkan tidak hanya plastik symponi untuk kenyamanan penglihatan tetapi juga suatu cara yang membuat fungsi-fungsi vertikal sejelas dan sebaik horizontal dalam kota.
2. Kota kontenporer untuk 3 juta penduduk

???? ROBERT VENTURI
1. Building board, a football hall of fame
o disini diperlihatkan bagaimana arsitek memasukkan suatu klise iklan dalam suatu bangunan tanpa menjadi langue atau parole. Hal ini dipecahkan dengan kontak klise sehingga kontras dengan bentuk-bentuk yang lain atau dengan kata lain tumpah dari suatu permukaan ke permukaan yang lain.
o suatu museum yang juga merangkap sebagai penyangga suatu billboard 2 dimensi yang besar.
o Penyelesaian pemakaian bahan yang kontradiktif tampa mengkompromir satu sama lain, sehingga keduanya berhadapan tampa menjadi samar-samar, yang vulgar tidak turun derajatnya dan serius menjadi meyakinkan secara formal.
???? PETER SMITTHSON
House of The Future
o Semua permukaannya dibuat dari bagian-bagian melengkung yang menghubungkan atau berhubungan sehingga mudah dibersihkan.
o Prinsip yang diambil disini adalah prinsip sebuah badan mobil, dimana fleksibilitas penyesuaian terhadap situasi mengambil peranan penting untuk menghilangkan efek destruktif dari standardisasi, walaupun standardisasi itu sendiri sesuai dipandang dari segi ekonomi maupun sosiologi.
TRADISI IDEALIS MEMILIKI IKATAN-IKATAN IDEALISTIS :
SEMANGAT BARU
KONSEP YANG JELAS
ZEITGEIST
BAGIAN IV
TRADISI AKTIFIS
Skema periode sejarah arsitektur modern tercatat adanya kecendrungan yang terjadi dengan sendirinya, dimana konsep-konsep dan tipe-tipe arsitektur dapat digabungkan, sehingga terjadi kelompok-kelompok arsitek, kelompok-kelompok ini besar kemungkinan terjadi karena adanya tipe-tipe yang sama, baik secara psikologis maupun disiplin ilmu yang dipakai. Tapi pada dasarnya tak ada arsitek yang dapat digolongkan secara mutlak dalam satu kelompok saja dan barangkali seorang arsitek semakin baik jika semakin sulit dimasukkan kepada satu kelompok tertentu, misalnya: LE CORBUSIER.
Tradisi Aktivis mempunyai hubungan dengan tradisi intuitif dalam perkembangan pemikirannya, dimana kelompok intuitif pemikirannya berkembang bebas menjadi anarkis dan tidak selalu ada komunikasi dengan masyarakat saat itu. Sedangkan tradisi aktifis pemikirannya jauh ke depan dan selalu dihubungkan dengan masyarakat pada saat itu.
KEPUSTAKAAN
Charles Jencks, Modern Movement in Architecture
Broadbent, Design in Architecture
Kenneth Frampton, Modern Architecture

Pengertian Arsitektur

Arsitektur adalah seni dan ilmu dalam merancang bangunan. Dalam artian yang lebih luas, arsitektur mencakup merancang dan membangun keseluruhan lingkungan binaan, mulai dari level makro yaitu perencanaan kota perancangan perkotaan arsitektur lansekap, hingga ke level mikro yaitu desain bangunan, desain perabot dan desain produk. Arsitektur juga merujuk kepada hasil-hasil proses perancangan tersebut.
Arsitektur adalah bidang multi-dispilin, termasuk di dalamnya adalah matematika, sains, seni, teknologi, humaniora, sejarah, filsafat, dan sebagainya. Mengutip Vitruvius, “Arsitektur adalah ilmu yang timbul dari ilmu-ilmu lainnya, dan dilengkapi dengan proses belajar: dibantu dengan penilaian terhadap karya tersebut sebagai karya seni”. Ia pun menambahkan bahwa seorang arsitek harus fasih di dalam bidang musik, astronomi, dsb. Filsafat adalah salah satu yang utama di dalam pendekatan arsitektur. Rasionalisme, empirisisme, fenomenologi, strukturalisme, post-strukturalisme, dan dekonstruktivisme adalah beberapa arahan dari filsafat yang mempengaruhi arsitektur.
Arsitektur lahir dari dinamika antara kebutuhan (kebutuhan kondisi lingkungan yang kondusif, keamanan, dsb), dan cara (bahan bangunan yang tersedia dan teknologi konstruksi). Arsitektur prasejarah dan primitif merupakan tahap awal dinamika ini. Kemudian manusia menjadi lebih maju dan pengetahuan mulai terbentuk melalui tradisi lisan dan praktek-praktek, arsitektur berkembang menjadi ketrampilan. Pada tahap ini lah terdapat proses uji coba, improvisasi, atau peniruan sehingga menjadi hasil yang sukses. Seorang arsitek saat itu bukanlah seorang figur penting, ia semata-mata melanjutkan tradisi.
Peran arsitek, meski senantiasa berubah, tidak pernah menjadi yang utama dan tidak pernah berdiri sendiri. Selalu akan ada dialog antara masyarakat dengan sang arsitek. Dan hasilnya adalah sebuah dialog yang dapat dijuluki sebagai arsitektur, sebagai sebuah produk dan sebuah disiplin ilmu.

Sejarah Arsitektur

Arsitektur lahir dari dinamika antara kebutuhan (kebutuhan kondisi lingkungan yang kondusif, keamanan, dsb), dan cara ( bahan bangunan yang tersedia dan teknologi konstruksi). Arsitektur prasejarah dan primitif merupakan tahap awal dinamika ini. Kemudian manusia menjadi lebih maju dan pengetahuan mulai terbentuk melalui tradisi lisan dan praktek-praktek, arsitektur berkembang menjadi keterampilan . Pada tahap ini lah terdapat proses uji coba, improvisasi, atau peniruan sehingga menjadi hasil yang sukses. Seorang arsitek saat itu bukanlah seorang figur penting, ia semata-mata melanjutkan tradisi. Arsitektur Vernakularlahir dari pendekatan yang demikian dan hingga kini masih dilakukan di banyak bagian dunia.
Permukiman manusia di masa lalu pada dasarnya bersifat rural. Kemudian timbullah surplus produksi, sehingga masyarakat rural berkembang menjadi masyarakat urban. Kompleksitas bangunan dan tipologinya pun meningkat. Teknologi pembangunan fasilitas umum seperti jalan dan jembatan pun berkembang. Tipologi bangunan baru seperti sekolah, rumah sakit, dan sarana rekreasi pun bermunculan. Arsitektur Religius tetap menjadi bagian penting di dalam masyarakat. Gaya-gaya arsitektur berkembang, dan karya tulis mengenai arsitektur mulai bermunculan. Karya-karya tulis tersebut menjadi kumpulan aturanuntuk diikuti khususnya dalam pembangunan arsitektur religius. Contoh kanon ini antara lain adalah karya-karya tulis oleh Vitruvius, atau Vaastru shastra dari India purba. Di periode klasik dan adab pertengahan Eropa, bangunan bukanlah hasil karya arsitek-arsitek individual, tetapi asosiasi profesi dibentuk oleh para artisan / ahli keterampilan bangunan untuk mengorganisasi proyek.
Pada masa pencerahan, humaniora dan penekanan terhadap individual menjadi lebih penting daripada agama, dan menjadi awal yang baru dalam arsitektur. Pembangunan ditugaskan kepada arsitek-arsitek individual - Michaelangelo, Brunelleschi, Leonardo da Vinci - dan kultus individu pun dimulai. Namun pada saat itu, tidak ada pembagian tugas yang jelas antara seniman, arsitek, maupun insinyur atau bidang-bidang kerja lain yang berhubungan. Pada tahap ini, seorang seniman pun dapat merancang jembatan karena penghitungan struktur di dalamnya masih bersifat umum.
Bersamaan dengan penggabungan pengetahuan dari berbagai bidang ilmu (misalnya engineering), dan munculnya bahan-bahan bangunan baru serta teknologi, seorang arsitek menggeser fokusnya dari aspek teknis bangunan menuju ke estetika. Kemudian bermunculanlah "arsitek priyayi" yang biasanya berurusan dengan bouwheer (klien)kaya dan berkonsentrasi pada unsur visual dalam bentuk yang merujuk pada contoh-contoh historis. Pada abad ke-19, Ecole des Beaux Arts di Prancis melatih calon-calon arsitek menciptakan sketsa-sketsa dan gambar cantik tanpa menekankan konteksnya.
Sementara itu, Revolusi Industri membuka pintu untuk konsumsi umum, sehingga estetika menjadi ukuran yang dapat dicapai bahkan oleh kelas menengah. Dulunya produk-produk berornamen estetis terbatas dalam lingkup keterampilan yang mahal, menjadi terjangkau melalui produksi massal. Produk-produk sedemikian tidaklah memiliki keindahan dan kejujuran dalam ekspresi dari sebuah proses produksi.
Ketidakpuasan terhadap situasi sedemikian pada awal abad ke-20 melahirkan pemikiran-pemikiran yang mendasari Arsitektur Modern, antara lain, Deutscher Werkbund (dibentuk 1907) yang memproduksi obyek-obyek buatan mesin dengan kualitas yang lebih baik merupakan titik lahirnya profesi dalam bidang desain industri. Setelah itu, sekolah Bauhaus (dibentuk di Jerman tahun 1919) menolak masa lalu sejarah dan memilih melihat arsitektur sebagai sintesa seni, ketrampilan, dan teknologi.
Ketika Arsitektur Modern mulai dipraktekkan, ia adalah sebuah pergerakan garda depan dengan dasar moral, filosofis, dan estetis. Kebenaran dicari dengan menolak sejarah dan menoleh kepada fungsi yang melahirkan bentuk. Arsitek lantas menjadi figur penting dan dijuluki sebagai "master". Kemudian arsitektur modern masuk ke dalam lingkup produksi masal karena kesederhanaannya dan faktor ekonomi.
Namun, masyarakat umum merasakan adanya penurunan mutu dalam arsitektur modern pada tahun 1960-an, antara lain karena kekurangan makna, kemandulan, keburukan, keseragaman, serta dampak-dampak psikologisnya. Sebagian arsitek menjawabnya melalui Arsitektur Post-Modern dengan usaha membentuk arsitektur yang lebih dapat diterima umum pada tingkat visual, meski dengan mengorbankan kedalamannya. Robert Venturi berpendapat bahwa "gubuk berhias / decorated shed" (bangunan biasa yang interior-nya dirancang secara fungsional sementara eksterior-nya diberi hiasan) adalah lebih baik daripada sebuah "bebek / duck" (bangunan di mana baik bentuk dan fungsinya menjadi satu). Pendapat Venturi ini menjadi dasar pendekatan Arsitektur Post-Modern.
Sebagian arsitek lain (dan juga non-arsitek) menjawab dengan menunjukkan apa yang mereka pikir sebagai akar masalahnya. Mereka merasa bahwa arsitektur bukanlah perburuan filosofis atau estetis pribadi oleh perorangan, melainkan arsitektur haruslah mempertimbangkan kebutuhan manusia sehari-hari dan menggunakan teknologi untuk mencapai lingkungan yang dapat ditempati. Design Methodology Movement yang melibatkan orang-orang seperti Chris Jones atau Christopher Alexander mulai mencari proses yang lebih inklusif dalam perancangan, untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Peneilitian mendalam dalam berbagai bidang seperti perilaku, lingkungan, dan humaniora dilakukan untuk menjadi dasar proses perancangan.
Bersamaan dengan meningkatnya kompleksitas bangunan,arsitektur menjadi lebih multi-disiplin daripada sebelumnya. Arsitektur sekarang ini membutuhkan sekumpulan profesional dalam pengerjaannya. Inilah keadaan profesi arsitek sekarang ini. Namun demikian, arsitek individu masih disukai dan dicari dalam perancangan bangunan yang bermakna simbol budaya. Contohnya, sebuah museum senirupa menjadi lahan eksperimentasi gaya dekonstruktivis sekarang ini, namun esok hari mungkin sesuatu yang lain.

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Arsitektur

"identitas kota yang tergadaikan"

Landmark kota mataram

Sempat sedikit geli ketika melihat kota mataram, dimataram beberapa waktu yg lalu diperempatan jalan sriwijaya (jalur arah kekota mataram-ampenan-kr.pule-taman.baru). ditengah-tengah perempatan jalan tersebut dahulunya terdapat landmark kota dengan diameter luasan area sekitar 1,5 meteran2 yang dulunya merupakan ‘tugu jam kota’ tapi kini sudah berganti menjadi tugu dengan symbol (besar) salah satu provider telekomunikasi GSM diindonesia (logonya bisa muter-muter kesegala arah lagi ) ckckckck.
Kalau kita tengok pengertian  dan fungsi dari ‘landmark’ dalam referensi arsitektur kota, “

LANDMARK SEBAGAI TITIK REVERENSI TERHADAP BENTUK KOTA
Dalam pengaturan anatomi sebuah kota perlu diungkapkan rasa orientasi yang kuat, jika logis tetapi sedikit pengungkapannya. Sebuah kota dapat membingungkan malah sampai menimbulkan frustasi dan kecemasan dari perasaan kehilangan titik awal atau titik onientasi. Seperti seorang pelancong yang kesasar digurun pasir tidak sanggup membeni arah. Karena landscape gurun, tidak adanya titik orientasi. Sedang dilain pihak sama sulitnya mengorientasikan diri dalam hutan belukar karena terlalu banyak yang dapat dijadikan pegangan6) (Paul D. Spreire AlA, Urban Design (terjemahan).The Architecture of Towns And Cities.)
Untuk mengorientasikan dari pengaturan anatomy kota, bantuan pertama adalah dengan “Landmark Kota”.
Kesan seseorang dari sebuah bangunan, sebuah lingkungan atau seluruh kota, adalah tentu  lebih dari pada sekedar visuil. Dalam sebuah kota terbentang banyak arti lainnya kenangan, pengalaman, harapan, keramaian, tempat, bangunan dan drama kehidupan dan kematian, tiap orang sesuai dengan dirinya sendiri

1. Pengertian Landmark
Sesuai dengan keterangan tersebut diatas dimana sebuah lingkungan tertentu atau seluruh kota adalah tentu lebih dari pada visuil, yang nantinya akan menimbulkan kesan tersendiri dari setiap orang. Dalam hal ini Landmark adalah suatu unsur karakter penunjang setiap lingkungan atau kota yang dapat menimbulkan kesan tersendiri dari lingkungan atau kota tersebut bila dilihat dan dipandang oleh seseorang. Karena Arsitektur sebagai titik pandang, berarti penilaian didasarkan pada bentuk, ruang dan jalinan hubungan yang saling kait mengkait. Berdasarkan study Prof. Kevin Linch dimana Landmark adalah salah satu unsur yang tercakup diatas, dimana dia mengungkapkan bahwa landmark adalah bentuk visuil yang menjolok dari sebuah kota  8) .
Landmark merupakan elemen terpenting dari bentuk kota, karena berfungsi untuk membantu orang dalam mengarahkan diri dari titik orientasi untuk mengenal kota itu sendiri secara keseluruhannya dan kota-kota lain.
Sebuah Landmark yang baik adalah elemen yang berada tetapi harmonis dalam latar belakangnya 9).
2. Jenis dan fungsi Landmark secara umum
Lima elemen pokok yang dikemukakan oleh Prof. Kevin Lynch tersebut diatas yaituPathways, Districts dan Edges dapat menjadi Landmark apabila mempunyai karakter dan bentuk visuil yang berbeda dan mengesankan.
Bangunan dapat menjadi titik pusat dan Landmark apabila terletak pada lokasi yang penting dan mempunyai bentuk yang berarti pula. Secara tidak langsung dapat dikatakan bahwa harus ada bangunan-bangunan lain yang kurang penting, supaya sebuah bangunan dapat menonjol dalam pemandangan kota.
Nodes merupakan Landmark pada titik-titik simpul jalan (Pathways) dan juga dapat ditengah-tengah districts dan merupakan pusat aktivitas.
Peranannya sebagai titik pusat berasal dari peranannya sebagai penampung aktivitas. Sering kali aktivitas berintensitas tinggi yang ditampung atau ditimbulkan suatu bangunan menyebar kekawasan sekitarnya Nodes dapat berfungsi baik sebagai titik pusat aktivitas simbolis dan monumental.
Adapun jenis Landmark dapat dibedakan 10):
1. Landmark besar yaitu yang dapat dilihat dari jauh.
2. Landmark kecil yaitu yang dapat dilihat dari dekat saja seperti kolam, air rnancur, patung- patung ditaman dan lain-lain.
Seperti yang diungkapkan oleh Kevin Lynch Landmark adalah elemen-elemen penting dari bentuk kota, karena membentuk orang-orang untuk mengarahkan diri dan mengenal suatu daerah dalam kota 11).
Fungsi Landmark secara umum adalah :
1. Sebagai orientasi (titik reverensi) kota.
2. Sebagai struktur aktivitas kota.
3. Sebagai pengarah rute pergerakan.
4. Sebagai tanda atau ciri suatu kota.
(source ref: http://pakguruonline.pendidikan.net/myresearch01.html)
Seperti kita ketahui bersama segala sesuatunya terdapat dasar pemikiran yang mendalam, sebuah filosofi dan teori mendasari
terbentuknya karakter lingkungan, yakni terdapat sebuah interaksi antara manusia dengan lingkungan. Manusia dan alam lingkungan merupakan kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, keduanya saling berinteraksi yang akan mempengaruhi pada tingkah laku manusia. Pola tingkah laku manusia berkembang menjadi kebudayaan dalam bentuk arsitektur.
Arsitektur adalah usaha untuk memberi bentuk dari jiwa ruang sehingga arsitektur bukanlah semata-mata teknik dan estetika, melainkan mampu membentuk ruang yang harus ditinjau sebagai “habitat”, arsitektur sebagai habitat berarti kesatuan dari diri dan hal yang di luar diri 3) (Rini Sukwandi M.Arch, Eng IAI, pengamatan Dra. MAW, Brovwer, Peranan Arsitektur Kota Dalam Pembangunan Lingkungan Hidup, dalam rangka Kongres Nasional III-IAI,)
Karena arsitektur sebagai titik pandang, berarti penelitian didasarkan pada bentuk, ruang dan jalinannya yang mempunyai hubungan kait mengait. Pendeskripsian hubungan antara bentuk, ruang dan jalinannya disebut Loekx sebagai bentuk morphologi. 4)( Loekx Andre, Appropriate Disaign Patterns The Issue of From Conceptand practices, Work Shop on Housing Nairobi 1984.)
Kita akan dapat melihat kemungkinan-kemungkinan dari keindahan bentuk kota jika kita pertama-tama mengerti bentuk kodratnya. 5) (Paul D. Spreiregen AlA, Disign Lingkungan Arsitektur Kota (terjemahan G 42), pengamatan JB. Jakson di majalah Landscape.)
Arsitektur dalam masyarakat adalah pembentukkan ruang sebagai wadah tempat kegiatan, ruang yang berbentuk wujud. fisik, teknik, dan estetika, serta citra keindahan liñgkungan, dan bertempat disuatu lahan. Karya arsitektur hadir dalam rentang waktu yang cukup lama. Dengan demikian arsitektur tergolong kedalam pembentukan lingkungan hidup yang cukup penting.
Bertitik tolak dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa antara manusia dengan bentuk lingkungan terdapat hubungan timbal balik yang saling berinteraksi dan saling mempengaruhi. Bentuk lingkungan erat hubungannya dengan ruang arsitektur. Bentuk ruang arsitektur tersebut dapat memberikan imajinasi terhadap kemungkinan bentuk kota.
Dengan demikian sudah sepatutnya terdapat pemikiran yang arif dari pemegang kebijakan dikota ini, tidak salah menafsirkan dalam mencari Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sudut pandang yang sangat sempit, sehingga musti menggadaikan identitas kota. Jika suatu waktu sempat berkunjung kekota lain diindonesia, anda tidak akan menemukan pemandangan yang ‘unik’ seperti dikota ini.